
KAKINEWS.ID, Jakarta – Proyek Ukraina, I Want to Live, merilis daftar 292 warga negara Indonesia (WNI) yang disebut direkrut untuk bergabung dengan militer Rusia dalam perang melawan Ukraina.
Dalam pernyataan yang menyertai publikasi daftar tersebut, proyek itu menyebut sedikitnya 283 WNI berangkat ke medan perang selama sembilan bulan pertama 2026. Jumlah tersebut meningkat tajam dibandingkan tiga tahun sebelumnya yang tercatat tidak lebih dari 10 orang.
“I Want to Live” menilai data yang dipublikasikan belum mencerminkan jumlah keseluruhan WNI yang direkrut. Mereka memperkirakan jumlah sebenarnya kemungkinan jauh lebih besar.
Berdasarkan daftar tersebut, sebanyak 283 kontrak militer ditandatangani pada 2026, delapan kontrak pada 2025, dan satu kontrak pada 21 Juni 2024. Kontrak terbaru tercatat ditandatangani pada 24 September 2026.
Data itu juga memperlihatkan peningkatan jumlah penandatanganan kontrak sepanjang 2026. Pada Januari tercatat dua orang, Februari enam orang, Maret tujuh orang, dan April 12 orang.

Angka tersebut meningkat menjadi 35 orang pada Mei, 36 orang pada Juni, 48 orang pada Juli, dan mencapai puncaknya pada Agustus dengan 76 orang. Sementara itu, hingga 24 September, tercatat 61 orang menandatangani kontrak.
Secara keseluruhan, sebanyak 137 dari 292 kontrak atau sekitar 47 persen ditandatangani pada Agustus dan September 2026.
Menilik tanggal lahir dalam daftar tersebut, para WNI yang direkrut berusia antara 18 hingga 56 tahun, dengan usia median 35 tahun.
Dubes Indonesia Bertemu Pejabat Ukraina
Proyek tersebut juga mengungkapkan bahwa Duta Besar Indonesia untuk Ukraina, Arief Muhammad Basalamah, telah merespons peningkatan perekrutan WNI tersebut.
Arief dilaporkan bertemu dengan Brigadir Jenderal Dmytro Usov, Sekretaris Markas Koordinasi Ukraina untuk Penanganan Tawanan Perang (Coordination Headquarters for the Treatment of Prisoners of War).
Dalam pertemuan itu, pihak Ukraina menyerahkan data mengenai WNI yang diduga direkrut untuk bergabung dengan militer Rusia. Ukraina juga meminta pemerintah Indonesia mengambil langkah untuk menghentikan praktik perekrutan tersebut.
Menurut keterangan I Want to Live, Duta Besar Arief menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia akan menindaklanjuti persoalan itu.
Ia juga berharap Indonesia dapat bergabung dengan negara-negara yang berhasil menghentikan perekrutan ilegal oleh Rusia.
Ukraina Tawarkan Jalur Keluar Aman
Lebih lanjut, proyek I Want to Live menyatakan menyediakan jalur bagi warga negara asing, termasuk WNI, yang terjebak dalam dinas militer Rusia untuk meninggalkan medan perang dengan aman.
Proyek tersebut juga menyediakan panduan bagi korban perekrutan militer Rusia beserta keluarga mereka.








