KAKINEWS.ID Tanjung – Dikeluhkan warga Desa Masukau Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong, air Sungai Jaing yang diduga tercemar hingga warnanya coklat kehitaman.

Warga Desa Masukau, Suwardi menuturkan saat ini kondisi air sungai Jaing seperti comberan dengan warna coklat kehitaman.

“Sudah ketiga kalinya dalam satu bulan terakhir ini kondisi air coklat kehitaman,” jelas Suwardi, Rabu.

Padahal kondisi air sungai surut dan tidak ada hujan namun air Sungai Jaing yang biasa digunakan warga untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari makin keruh.

“Warga menggunakan air sungai untuk mandi dan mencuci serta sebagai sumber air untuk program Pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat),” tambahnya.

Kini rendahnya kualitas air Sungai Jaing menyebabkan sejumlah warga mengalami gatal-gatal setelah memanfaatkan air sungai tersebut.

Terpisah Pengawas Lingkungan Hidup Ahli Muda di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tabalong Iid Moh Abdul Wahid membenarkan soal pengaduan warga Desa Masukau dan pihaknya telah melakukan verifikasi lapangan.

“Kita melakukan pengambilan sampel air di beberapa titik termasuk sekitar jembatan PT Bumi Jaya dan Pertamina. Hasil pengujian air biasanya paling lambat 14 hari,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Desa Masukau, Khairullah berharap bantuan air bersih dari Pemkab Tabalong mengingat Sungai Jaing sebagai sumber air baku pengolahan Pamsimas. “Air sungai ini dikonsumsi warga setelah melalui proses pengolahan di Pamsimas,” jelasnya dikutip Antara.

Khairullah menegaskan apabila tidak ada penanganan serius dari pemerintah daerah akan berdampak pada keberlangsungan objek wisata Sungai Jaing.