
KAKINEWS.ID, JAKARTA – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengungkap sejumlah kendala dalam pencarian delapan orang yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Banten, termasuk lima jurnalis yang sedang meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau sejak Senin (7/9/2026).
Kepala Basarnas Marsdya TNI Mohammad Syafii mengatakan, salah satu kendala dalam operasi pencarian adalah para korban tidak dilengkapi Personal Locator Beacon (PLB). Kondisi tersebut membuat tim SAR harus memperluas area pencarian.
“Para korban tidak dilengkapi Personal Locator Beacon (PLB), sehingga area pencarian menjadi lebih luas,” ujar Mohammad Syafii.
Selain kendala peralatan pelacakan, lokasi pencarian yang berada di sekitar Gunung Anak Krakatau juga menjadi tantangan tersendiri. Gunung tersebut masih mengalami erupsi sehingga kondisi di lapangan berisiko bagi tim SAR.
Situasi tersebut membuat Basarnas harus memperhitungkan faktor keselamatan personel dalam setiap upaya pencarian. Tim SAR tetap melakukan penyisiran di area yang dinilai memungkinkan dengan menyesuaikan kondisi di lapangan.

Basarnas memastikan operasi pencarian dan pertolongan terhadap delapan orang yang hilang kontak tersebut terus dilakukan dengan mengutamakan keselamatan tim SAR.







