JAKARTA, KAKINEWS.ID   – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat. Pemadaman dilakukan melalui operasi udara dan darat untuk mempercepat pengendalian kebakaran.

Deputi III Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Budi Irawan mengatakan, penanganan karhutla dilakukan secara terpadu dengan mengerahkan berbagai sumber daya, termasuk helikopter water bombing dan dukungan operasi darat.

“Penanganan karhutla terus kami lakukan secara terpadu melalui operasi udara dan darat untuk mempercepat pemadaman sekaligus mencegah kebakaran meluas,” ujar Budi.

Di Kalimantan Selatan, BNPB melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebanyak satu sortie dengan membawa 1.000 kilogram NaCl yang disebar di wilayah Kabupaten Kotabaru.

BNPB juga mengerahkan lima unit helikopter water bombing dengan 231 kali penjatuhan air. Operasi tersebut berhasil memadamkan sekitar 17,5 hektare lahan di Kabupaten Barito Kuala, Kabupaten Banjar, dan Kota Banjarbaru.

Sementara operasi darat berhasil memadamkan 93,95 hektare lahan di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan.

Di Kalimantan Tengah, tiga unit helikopter water bombing dikerahkan dan melakukan 75 kali penjatuhan air. Pemadaman melalui udara diperkirakan berhasil mengatasi kebakaran sekitar 11 hektare lahan di kawasan Tanjung Puting, Kabupaten Kotawaringin Timur, dan Kabupaten Pulang Pisau.

Operasi darat di Kalimantan Tengah juga berhasil memadamkan sekitar 157 hektare lahan yang tersebar di sejumlah kabupaten dan Kota Palangka Raya.

Sedangkan di Kalimantan Barat, BNPB mengerahkan satu unit helikopter water bombing yang melakukan 32 kali penjatuhan air dan berhasil memadamkan sekitar satu hektare lahan di Kabupaten Ketapang.

Dukungan penanganan juga datang dari Jepang. Salah satu helikopter CH-47 Chinook dari Japan Ground Self-Defense Force (JGSDF) turut melakukan pemadaman dengan satu kali penjatuhan air sebanyak 500 liter.

Selain operasi udara, pemadaman melalui darat di Kalimantan Barat berhasil menangani sekitar 39 hektare lahan di Kabupaten Kubu Raya, Mempawah, Kayong Utara, Sintang, dan Ketapang.

Budi menegaskan, seluruh unsur terkait terus berkoordinasi untuk memastikan penanganan karhutla berjalan efektif.

“Sinergi seluruh unsur menjadi kunci agar penanganan di lapangan dapat berjalan cepat, terpadu, dan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat serta perlindungan lingkungan,” katanya.