KAKINEWS.ID, Jakarta – OnePlus menghadirkan pengalaman perangkat lunak baru melalui ColorOS 17 pada smartphone flagship OnePlus 15. Sistem operasi ini membawa perubahan besar pada tampilan antarmuka, animasi yang lebih halus, serta peningkatan fitur kecerdasan buatan (AI).

Pengalaman menggunakan ColorOS 17 tersebut diulas jurnalis teknologi Dhruv Bhutani dalam artikel yang diterbitkan Android Authority, Minggu (8/11/2026).

Dalam pengujiannya, Bhutani menyebut ColorOS 17 menawarkan pengalaman Android yang lebih matang dengan sejumlah fitur AI ambisius. Namun, pembaruan tersebut sekaligus menandai perubahan arah perangkat lunak OnePlus yang sebelumnya dikenal melalui OxygenOS.

“ColorOS 17 looks busier than the OxygenOS I’m used to, but it’s still a smooth and responsive experience,” kata Bhutani.

Ia menjelaskan, perubahan paling terlihat terdapat pada desain antarmuka yang mengadopsi efek transparansi dan latar belakang buram atau blur. Tampilan tersebut diterapkan pada sejumlah aplikasi, termasuk Settings, Clock, Notes, dan File Manager.

ColorOS 17 juga memperkenalkan konsep Living Flow Design yang menghadirkan animasi lebih dinamis. Elemen antarmuka dapat meregang dan memantul ketika pengguna berinteraksi, sementara notifikasi memiliki efek animasi yang lebih responsif.

Meski demikian, Bhutani menilai tampilan baru tersebut membutuhkan penyesuaian bagi pengguna lama OnePlus yang terbiasa dengan desain OxygenOS yang lebih sederhana.

AI Mind Pilot Jadi Fitur Unggulan

Selain perubahan desain, ColorOS 17 membawa peningkatan pada fitur kecerdasan buatan melalui AI Mind Pilot. Fitur ini menggunakan teknologi dari Manus dan ChatGPT untuk membantu pengguna mengelola berbagai pekerjaan di smartphone.

AI Mind Pilot dapat digunakan untuk mengatur foto, membuat kolase, hingga mengelompokkan berkas yang diunduh. Pengguna juga bisa memberikan instruksi untuk mencari foto berdasarkan waktu atau lokasi pengambilan.

Bhutani menguji kemampuan fitur tersebut dengan memberikan folder berisi sejumlah faktur atau invoice. AI Mind Pilot mampu menghitung dokumen sekaligus mengganti nama berkas berdasarkan format yang telah ditentukan.

Namun, penggunaan fitur ini perlu memperhatikan aspek privasi karena AI Mind Pilot dapat berinteraksi dengan berkas yang tersimpan di perangkat sesuai izin akses pengguna.

Bhutani juga mengingatkan bahwa penggunaan AI Mind Pilot berbasis token. Dalam pengujiannya, aktivitas menghitung invoice dan membuat rencana perjalanan menghabiskan sekitar 40 persen kuota harian.

Perubahan Arah OnePlus

Bhutani menilai ColorOS 17 menjadi penanda semakin dekatnya pengalaman perangkat lunak OnePlus dengan ekosistem OPPO. Perubahan tersebut sekaligus mengurangi karakter OxygenOS yang selama ini dikenal memiliki tampilan minimalis.

“Mind Pilot is useful, but I’m not convinced I want an AI agent with the potential for unfettered access to my phone’s file system,” tulisnya.

Menurut Bhutani, fitur AI tersebut memang menawarkan manfaat bagi pengguna yang membutuhkan otomatisasi pekerjaan. Namun, tidak semua pengguna menginginkan kehadiran AI yang semakin terintegrasi dalam berbagai aktivitas smartphone.

Ia menyimpulkan, ColorOS 17 merupakan perangkat lunak yang cepat, memiliki tampilan modern, serta menawarkan banyak fitur. Meski demikian, perubahan desain dan semakin luasnya penggunaan AI membuat pengalaman OnePlus kini berbeda dibandingkan generasi sebelumnya.