KAKINEWS.ID, Jakarta – Pertahanan udara Arab Saudi mencegat sejumlah rudal yang mengarah ke Ibu Kota Riyadh, Minggu (8/11/2026). Namun, serpihan serangan tersebut menyebabkan kerusakan pada gedung milik perusahaan minyak negara Saudi Aramco di kawasan finansial King Abdullah Financial District (KAFD).

Kementerian Energi Arab Saudi menyatakan, gedung administratif Aramco mengalami kerusakan terbatas akibat jatuhnya serpihan setelah upaya serangan terhadap fasilitas tersebut.

“Insiden tersebut mengakibatkan jatuhnya pecahan proyektil yang menyebabkan kerusakan ringan pada gedung, tanpa ada korban luka maupun korban jiwa,” demikian pernyataan pejabat Kementerian Energi Arab Saudi.

Sementara itu, koalisi pimpinan Arab Saudi yang memerangi kelompok Houthi di Yaman melaporkan telah mencegat dan menghancurkan dua rudal balistik yang diluncurkan menuju Riyadh.

Juru bicara koalisi, Mayor Jenderal Turki Al-Maliki, juga menyampaikan bahwa pertahanan udara berhasil menghancurkan dua rudal jelajah yang mengarah ke Riyadh dan wilayah selatan Arab Saudi.

Kelompok Houthi melalui juru bicara militernya, Yahya Saree, mengklaim telah melancarkan enam operasi menggunakan rudal balistik, rudal jelajah, dan pesawat nirawak (drone).

Operasi tersebut, menurut klaim Houthi, menyasar sejumlah target di Arab Saudi dan Yaman, termasuk fasilitas minyak Aramco, Bandara Riyadh, serta posisi militer Saudi di wilayah perbatasan.

Meski demikian, klaim Houthi terkait enam operasi tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi. Serangkaian serangan rudal dan drone dilaporkan menyasar sejumlah fasilitas strategis, termasuk bandara, pelabuhan, dan infrastruktur energi di wilayah Arab Saudi.