
KAKINEWS.ID Tanjung – Tim gabungan turun langsung ke kawasan hutan Desa Salikung, Kecamatan Muara Uya, Jumat (25/9/2026)
Ini setelah satu titik hotspot terdeteksi melalui pemantauan satelit NASA-SNPP.
Titik panas tersebut tercatat berada pada koordinat latitude -1.6089160 dan longitude -115.6450450 dengan tingkat kepercayaan (confidence) kategori medium.
Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo Jayawardana melalui Kapolsek Muara Uya Ipda M. Rusdi, bersama personel juga turun melakukan pengecekan lapangan bersama Kasi K.L BPBD Tabalong Syamsudin beserta anggota dan personel Dinas Kehutanan.
Pengecekan dilakukan untuk memastikan informasi yang diperoleh dari pemantauan satelit sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.

Menurut Kapolsek, tantangan utama dalam penanganan titik panas tersebut adalah kondisi lokasi yang cukup jauh dan sulit dijangkau.
Tim membutuhkan waktu sekitar tiga jam perjalanan dari Polsek Muara Uya untuk mencapai kawasan yang menjadi lokasi hotspot.
Bahkan, perjalanan harus melewati wilayah Kalimantan Timur terlebih dahulu sebelum kembali memasuki kawasan hutan Desa Salikung, tepatnya di Simpang Limau.
“Lokasinya cukup jauh. Dari Polsek Muara Uya kurang lebih tiga jam perjalanan. Kami harus melewati wilayah Kalimantan Timur terlebih dahulu, kemudian kembali masuk menuju kawasan hutan di Desa Salikung, tepatnya di kawasan Simpang Limau,” ujarnya.
Tim tetap melakukan ground check untuk memastikan keberadaan titik panas tersebut. Hasil pemeriksaan di lapangan menunjukkan adanya titik panas sebagaimana yang terpantau melalui satelit NASA-SNPP.
Petugas kemudian melakukan upaya pemadaman menggunakan *water tank* serta peralatan manual. Penanganan tersebut berhasil memadamkan api di lokasi.
Rusdi mengatakan, setelah api berhasil dipadamkan, petugas tetap melakukan pemantauan terhadap kawasan sekitar untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali api ataupun meluasnya kebakaran.
Menurutnya, verifikasi lapangan menjadi bagian penting dalam penanganan setiap titik panas yang terdeteksi.
Dengan pengecekan langsung, kondisi sebenarnya dapat diketahui dan penanganan bisa segera dilakukan.
“Yang menjadi perhatian kami adalah memastikan titik panas tersebut benar-benar terverifikasi di lapangan dan api dapat segera ditangani. Meskipun aksesnya cukup sulit, pengecekan tetap dilakukan untuk memastikan kondisi sebenarnya,” katanya.






