
KAKINEWS.ID, MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyiapkan dukungan sarana dan prasarana bagi relawan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Senin (2/11/2026).
Bantuan tersebut disiapkan sebagai bentuk dukungan terhadap para relawan yang terlibat langsung dalam operasi pemadaman, khususnya di wilayah rawan karhutla Kabupaten Banjar.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, mengatakan ketersediaan peralatan yang memadai sangat penting untuk menunjang kelancaran operasi di lapangan.
Terlebih, penanganan karhutla pada fase kedua tanggap darurat telah dilaksanakan sejak Rabu (28/10/2026), dengan melibatkan Buser 690, TNI, Polri, Tim Reaksi Cepat (TRC), serta unsur lintas sektoral lainnya.
“Untuk melaksanakan kegiatan tersebut, tentu perlu didukung sarana dan prasarana yang memadai sehingga memudahkan operasi penanggulangan bencana karhutla,” ungkap Wasis.

Adapun perlengkapan yang disiapkan meliputi mesin alkon, selang, sepatu boot, masker, hingga kacamata pelindung.
Pengaturan dan penyaluran bantuan nantinya dikoordinasikan bersama Buser 690 agar kebutuhan relawan dapat disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan di lapangan.
Tak hanya peralatan pemadaman, dukungan pemerintah juga mencakup kebutuhan operasional lainnya. Di antaranya unit tangki berkapasitas besar, bahan bakar minyak (BBM), insentif relawan, serta konsumsi dan kebutuhan untuk menjaga stamina petugas.
Aspek kesehatan relawan juga menjadi perhatian. BPBD akan melibatkan Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar untuk menangani jaminan kesehatan bagi personel yang terlibat dalam penanggulangan karhutla.
Di sisi lain, Wasis menyampaikan kondisi karhutla di Kabupaten Banjar mulai menunjukkan perkembangan positif setelah beberapa kali hujan mengguyur sejumlah wilayah.
Berdasarkan pemantauan BPBD, titik panas masih ditemukan, tetapi jumlahnya tidak masif.
“Pantauan kami, titik panas ada, tetapi tidak masif dan tidak banyak karena pengaruh hujan beberapa hari yang lalu. Namun, kita tetap harus waspada karena karhutla belum selesai,” tegasnya.
Sementara mengenai kemungkinan penggunaan bantuan pemerintah pusat untuk mitigasi bencana banjir, Wasis menyebut pihaknya belum dapat mengarahkan anggaran tersebut ke penanganan banjir karena belum adanya petunjuk teknis.
Meski demikian, Pemkab Banjar telah memiliki anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) yang dapat disiapkan untuk penanganan bencana banjir.
Dengan dukungan peralatan, insentif, kebutuhan operasional, hingga jaminan kesehatan, Pemkab Banjar berharap para relawan BPK semakin siap menjalankan tugas kemanusiaan dalam menghadapi potensi karhutla.
Penguatan fasilitas tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan efektivitas penanganan kebakaran sekaligus memberikan perlindungan lebih baik bagi para relawan di lapangan.







