
KAKINEWS.ID, BARITO KUALA – Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi tiga korban dalam insiden jatuhnya helikopter water bombing di perairan Sungai Barito, kawasan Kecamatan Kuripan, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan, Minggu (8/11/2026).
Dari tiga korban yang berhasil dievakuasi, dua orang ditemukan dalam kondisi selamat, sedangkan satu korban lainnya dinyatakan meninggal dunia.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana, membenarkan proses evakuasi tersebut. Ia menyebut seluruh korban berhasil diangkat dari lokasi kejadian menjelang malam.
“Dapat kami laporkan bahwa pada pukul 18.08 WITA, tiga korban berhasil kita evakuasi. Korban ketiga dalam keadaan MD,” ujar I Putu Sudayana.
Setelah berhasil dievakuasi dari perairan Sungai Barito, korban kemudian dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Selanjutnya korban dibawa ke Puskesmas Jenamas, Kalimantan Tengah,” tambahnya.
Operasi SAR tersebut melibatkan sejumlah unsur gabungan dari Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
Personel yang dikerahkan di antaranya Basarnas, Korem, Kodim Barito Kuala, Polda Kalsel, Polres Barito Kuala, BPBD Provinsi Kalsel, BPBD Barito Kuala, BPBD Kapuas, pemerintah daerah, serta potensi SAR dan masyarakat dari wilayah Batola maupun Kapuas.
I Putu Sudayana selaku Search Mission Commander (SMC) menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi korban.
Ia mengucapkan terima kasih atas koordinasi dan kerja sama seluruh personel sehingga proses evakuasi dapat dilaksanakan.
Dengan berhasil dievakuasinya tiga korban tersebut, tim SAR telah melakukan penanganan terhadap seluruh korban yang dilaporkan dalam insiden jatuhnya helikopter tersebut.









