Rismon Hasiholan Sianipar dan Wapres Gibran Rakabuming Raka (Foto: Dok KN)

Kakinews – Pernyataan tajam kembali mengguncang ruang publik setelah Aktivis Senior Kebangsaan, Zulkifli S Ekomei, melontarkan tudingan serius terhadap pakar forensik digital Rismon Hasiholan Sianipar. Ia menyebut Rismon bukan sekadar aktivis, melainkan sosok yang diduga “ditanam” untuk memainkan peran tertentu di dalam gerakan.

Pernyataan itu disampaikan dalam diskusi di kanal YouTube Forum Keadilan TV pada Senin (16/3/2026), menyusul perubahan sikap Rismon yang belakangan dinilai semakin dekat dengan lingkaran mantan Presiden Joko Widodo.

Zulkifli mengklaim, kecurigaannya bukan hal baru. Ia mengaku sejak awal sudah melihat ada kejanggalan dalam cara Rismon melontarkan kritik keras terhadap pejabat tinggi negara, mulai dari Kapolri hingga jajaran menteri, tanpa diikuti respons hukum yang berarti.

“Dari awal saya sudah melihat ini tidak wajar. Terlalu ‘aman’ untuk kritik sekeras itu,” ujarnya dikutip Kakinews.id, Jumat (20/3/2026).

Ia bahkan menyiratkan adanya kemungkinan perlindungan tertentu yang membuat Rismon leluasa bergerak tanpa konsekuensi.

Pertemuan di Solo Jadi Sorotan

Zulkifli juga menyoroti pertemuan Rismon dengan Joko Widodo dan Gibran Rakabuming Raka di Solo. Jika sebagian pihak menilai itu sebagai bentuk klarifikasi, Zulkifli justru memandangnya dengan kacamata berbeda.

Menurutnya, pertemuan tersebut lebih menyerupai “komunikasi internal” ketimbang sekadar silaturahmi biasa.

“Narasinya dibuat seolah-olah klarifikasi. Tapi bisa saja itu bagian dari rangkaian yang lebih besar,” katanya.

Ia juga menolak anggapan bahwa perubahan sikap Rismon terjadi karena tekanan eksternal. Dalam pandangannya, narasi tersebut justru dianggap sebagai upaya pengalihan isu.

Jejak dan Relasi Ikut Disorot

Lebih jauh, Zulkifli mengungkap bahwa dirinya telah menelusuri latar belakang Rismon, termasuk keterlibatannya dalam tim hukum Otto Hasibuan pada kasus Jessica Wongso.

Ia juga menyinggung adanya irisan relasi dengan lingkar kekuasaan, mengingat Yakub Hasibuan—putra Otto—pernah berada dalam tim kuasa hukum Presiden.

Selain itu, gaya hidup Rismon selama aktif di lingkungan aktivis juga disebut menimbulkan tanda tanya, meski tidak dijelaskan secara rinci.

Peringatan untuk Aktivis

Zulkifli menilai kasus ini sebagai alarm bagi gerakan aktivis. Ia mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi infiltrasi yang bisa melemahkan gerakan dari dalam.

Menurutnya, lemahnya kemampuan membaca situasi internal dapat membuka ruang bagi pihak-pihak yang memiliki agenda tersembunyi.

“Kalau tidak hati-hati, bukan tidak mungkin ada yang lebih besar yang belum terungkap,” ujarnya.

Isu Sensitif Ikut Terseret

Di tengah memanasnya situasi, isu lama terkait ijazah Presiden Joko Widodo kembali ikut disebut dalam berbagai perbincangan publik. Meski tidak secara langsung menjadi pokok pembahasan, isu tersebut dinilai memperkeruh dinamika dan memperluas spekulasi.

Tudingan Keras, Bukti Belum Terlihat

Meski disampaikan dengan nada tegas, tudingan bahwa seseorang merupakan “agen penyusup” tetap membutuhkan pembuktian yang kuat. Hingga saat ini, pernyataan tersebut masih berada pada ranah opini dan belum didukung oleh data yang bisa diverifikasi secara terbuka.

Dalam dinamika politik dan aktivisme, perubahan sikap tokoh bukan hal yang asing. Namun, pelabelan tanpa dasar yang jelas berpotensi menimbulkan disinformasi dan memperdalam konflik internal.

Karena itu, publik diharapkan tetap rasional dalam menyikapi polemik ini, dengan memisahkan fakta, dugaan, dan narasi yang berkembang di ruang publik.

Hingga berita ini diterbitkan, Rismon belum menjawab konfirmasi Kakinews.id.