JAKARTA, KAKINEWS.COM – Taipan Anthoni Salim berencana membangun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Pulau Setokok Batam, dengan pendanaan yang mencapai triliunan rupiah.

Pendanaan untuk proyek PLTU 3×350 megawatt (MW) tersebut akan didanai oleh beberapa lembaga keuangan yang mencapai 1,58 miliar dolar AS setara Rp28,6 triliun.

Komitmen pendanaan itu berasal dari pinjaman bank yang mencapai 900 juta dolar AS dan obligasi konversi 683 juta dolar AS.

Proyek raksasa tersebut akan digerakkan oleh perusahaan Anthoni Salim PT Batamindo Investment Cakrawala (BIC).

PT Batamindo kabarnya telah menandatangani perjanjian dengan bank swasta besar dan beberapa bank milik pemerintah sebagaioriginal mandated lead arrangers dan bookrunner bersama kreditur lainnya.

“Dewan direksi mengumumkan bahwa PT Batamindo Investment Cakrawala, anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya oleh perseroan, telah menandatangani perjanjian fasilitas,” kata Sekretaris Perusahaan sekaligus Direktur Eksekutif Gallant Venture Ltd Choo Kok Kiong lewat keterangan resmi, dikutip Selasa 3 November 2026.

Jumlah pokok pinjaman mencapai 900 juta dolar AS dengan penjamin perusahaan induk BIC, Gallant Venture Ltd, kendaraan investasi Anthoni Salim terdaftar di Bursa Singapura (SGX).

Pinjaman dari kreditur bank nasional itu akan dibagi menjadi pinjaman berjangka maksimal 450 juta dolar AS  dan pinjaman berjangka maksimal Rp7,65 triliun.

Pembiayaan dari sejumlah bank nasional itu akan dijamin dengan mesin, peralatan, aset bergerak dan tanah milik proyek, piutang proyek serta klaim asuransi.

Jaminan juga mencakup pengikatan atas rekening-rekening transaksi, serta jaminan korporasi dan surat pernyataan kesanggupan (letter of undertaking) dari pihak penjamin.

PT Batamindo berencana membangun PLTU dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) bereilai 2,7 dolar AS sampai 3 miliar dolar AS setara Rp43 triliun sampai Rp48 triliun.

Fase pertama mencakup pembangunan tiga unit pembangkit batu bara superkritis berkapasitas masing-masing 350 MW beserta infrastruktur pendukung, yang akan membentuk bagian dari kompleks 2 GW di Pulau Setokok, Batam. Nilai investasi untuk tahap ini diperkirakan 1,5 miliar dlar AS.

Fase kedua meliputi pembangunan dua unit tambahan pembangkit batu bara berkapasitas 600 MW, pembangkit listrik tenaga surya sebesar 400 MW, serta instalasi kabel bawah laut yang menghubungkan pasokan listrik ke fasilitas grup di Batam, Bintan, dan Bulan. Nilai investasi fase kedua 1,2 miliar dolar AS sampai 1,5 miliar dolar AS.***

Sumber: bloombergtechnoz