
JAKARTA, KAKINEWS.ID — PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) menyiapkan serangkaian aksi korporasi setelah masuk dalam ekosistem usaha yang terafiliasi dengan Grup Hashim Djojohadikusumo.
Dalam materi public expose insidentil, manajemen DOOH menyampaikan rencana pengembangan bisnis melalui lima pilar utama, yakni data center berbasis artificial intelligence (AI), high speed internet, fiber optic, submarine cable, dan green energy melalui pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).
Pengembangan bisnis tersebut akan dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal, DOOH akan mengoptimalkan pertumbuhan organik dengan memanfaatkan aset yang dimiliki serta membangun sinergi komersial dengan ekosistem Grup Sinergi Internasional Investama (SII).
Setelah itu, perusahaan membuka ruang ekspansi secara anorganik melalui penyertaan modal dan/atau akuisisi perusahaan yang dinilai sejalan dengan lima pilar bisnis tersebut.
Untuk mendukung rencana ekspansi, DOOH juga menyiapkan aksi korporasi untuk memperoleh pendanaan atau fundraising. Namun, manajemen belum mengungkap secara rinci bentuk, nilai, maupun jadwal pelaksanaan aksi korporasi tersebut.

Perusahaan menyatakan informasi lebih lanjut mengenai aksi korporasi akan disampaikan melalui keterbukaan informasi sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).
Rencana ekspansi tersebut turut menjadi perhatian pasar. Saham DOOH pada perdagangan Rabu (24/9/2026) ditutup naik sekitar 14% ke level Rp420 per saham.
Dari sisi prospek bisnis, DOOH melihat peluang pada sektor infrastruktur digital dan energi terbarukan. Untuk bisnis data center AI, nilai pasar sektor tersebut di Indonesia diperkirakan mencapai US$3,48 miliar pada 2031.
Sementara itu, penetrasi internet rumah tangga masih memiliki ruang pertumbuhan. Dari sekitar 74 juta rumah tangga di Indonesia, pengguna internet diperkirakan mencapai sekitar 40 juta rumah tangga pada 2030.
Pertumbuhan kebutuhan konektivitas tersebut juga beriringan dengan kebutuhan pembangunan infrastruktur jaringan, termasuk kabel serat optik dan kabel bawah laut.
Pada sektor energi, DOOH memasukkan PLTS sebagai bagian dari pilar green energy. Perusahaan mencatat pemerintah tengah menjalankan program nasional PLTS dengan target kapasitas 100 GW, sedangkan kapasitas terpasang saat ini disebut sekitar 1,5 GW.
Masuknya DOOH ke dalam ekosistem Grup SII terjadi setelah Sinergi Internasional Investama menyelesaikan pengambilalihan 3,95 miliar saham DOOH pada 30 Juli 2026.
Jumlah tersebut setara dengan 51% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh DOOH. Transaksi dilakukan melalui PT Prambanan Investasi Sukses dengan harga Rp50 per saham, sehingga nilai transaksi mencapai sekitar Rp197,34 miliar.
Dalam struktur kepemilikan SII, Tinawati tercatat sebagai pemilik manfaat akhir atau Ultimate Beneficial Owner (UBO) dengan kepemilikan 99,90% sekaligus menjabat sebagai direktur.
Tinawati juga tercatat sebagai pemilik manfaat akhir PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge.
Sementara itu, mayoritas saham Surge dikuasai PT Investasi Sukses Bersama. Perusahaan tersebut sebelumnya telah diakuisisi oleh kendaraan investasi milik Hashim Djojohadikusumo, PT Arsari Sentra Data.
Arsari sebelumnya mengakuisisi 45% saham Investasi Sukses Bersama. Porsi kepemilikannya kemudian meningkat menjadi 54,42%.
Hashim Djojohadikusumo juga tercatat menjabat sebagai Komisaris Utama Surge.
Dengan struktur tersebut, DOOH kini menempatkan ekspansi bisnis digital, konektivitas, kabel bawah laut, dan energi surya sebagai fokus pengembangan usaha setelah perubahan pengendali perusahaan.








