
Bupati Hulu Sungai Selatan H. Syafrudin Noor membuka Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (AI) Level 1 serta Bimtek Guru Pendamping Khusus SD di Hotel Novotel Banjarbaru, Senin (4/5/2026).(Foto : Istimewa)
KAKINEWS, BANJARBARU – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan agar mampu menjawab tantangan perkembangan zaman. Salah satunya melalui Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence/AI) Level 1 bagi guru sekolah dasar yang dibuka langsung oleh Bupati HSS, H. Syafrudin Noor, di Hotel Novotel Banjarbaru, Senin (4/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung hingga 7 Mei 2026 tersebut juga dirangkai dengan Bimbingan Teknis (Bimtek) Guru Pendamping Khusus SD sebagai bagian dari upaya memperkuat pendidikan inklusif di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
Dalam laporannya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten HSS, Ronaldy Prana Putra, menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 40 guru pendamping dari sekolah inklusi serta 33 guru sekolah dasar perwakilan dari 11 kecamatan yang mengikuti pelatihan koding dan kecerdasan artifisial.
Menurut Ronaldy, peningkatan kapasitas guru menjadi kebutuhan penting mengingat saat ini terdapat 74 sekolah di Kabupaten HSS yang melayani peserta didik berkebutuhan khusus (ABK). Karena itu, kompetensi guru perlu terus diperkuat agar layanan pendidikan yang diberikan semakin berkualitas dan merata.
Dalam sambutannya, Bupati H. Syafrudin Noor menegaskan bahwa perkembangan teknologi digital yang begitu cepat harus direspons dengan kesiapan sumber daya manusia, terutama para pendidik yang menjadi ujung tombak dunia pendidikan.

“Kita semua menyadari bahwa dunia bergerak sangat cepat. Teknologi seperti koding dan kecerdasan artifisial bukan lagi sesuatu yang jauh, tetapi telah menjadi bagian dari kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Pertanyaannya, apakah kita siap?” ujarnya.
Menurut Bupati, guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga berperan sebagai pembimbing dan inspirator yang membantu siswa memahami serta memanfaatkan teknologi secara positif.
Ia menekankan bahwa pelatihan ini tidak semata-mata bertujuan mengajarkan kemampuan teknis, tetapi juga membentuk pola pikir yang logis, kreatif, sistematis, dan mampu menghadirkan solusi terhadap berbagai tantangan di masa depan.
“Teknologi hanyalah alat. Yang menentukan arah dan manfaatnya adalah manusia. Karena itu, guru harus mampu mengarahkan siswa agar tidak hanya cerdas secara digital, tetapi juga bijak, beretika, dan berkarakter dalam memanfaatkan teknologi,” tegasnya.
Selain penguatan literasi digital, Bupati juga menaruh perhatian besar terhadap pendidikan inklusif. Menurutnya, setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas tanpa diskriminasi.
“Pelaksanaan Bimtek Guru Pendamping Khusus ini menunjukkan komitmen kita bahwa pendidikan harus inklusif. Peran guru pendamping sangat mulia dan penuh tantangan. Namun, saya yakin dari tangan para guru inilah akan lahir potensi-potensi luar biasa,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan berharap para guru semakin siap menghadapi era digital sekaligus mampu memberikan pendampingan terbaik bagi seluruh peserta didik, termasuk anak berkebutuhan khusus.
Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus bersinergi dalam membangun pendidikan yang adaptif, inklusif, dan berdaya saing.
“Mari kita bergandengan tangan, mempersiapkan generasi yang tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pelaku teknologi, serta mampu menghadapi tantangan masa depan dengan percaya diri,” pungkasnya.






Tinggalkan Balasan