
KAKINEWS.ID, Jakarta – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memfokuskan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tujuh wilayah prioritas, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sumatera Selatan, Riau, dan Jambi.
Berdasarkan data Sistem Pemantauan Karhutla (SiPongi), sebanyak 165 titik panas atau hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi terdeteksi di seluruh Indonesia pada Sabtu (7/11/2026) pukul 21.00 WIB.
Data tersebut bersumber dari pemantauan satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20.
Dalam upaya penanganan karhutla, tim gabungan melakukan pemadaman melalui jalur darat, operasi pemadaman udara atau water bombing, patroli udara, serta pembasahan gambut untuk mencegah api kembali menyala.
Operasi tersebut melibatkan Manggala Agni Kemenhut bersama TNI, Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BMKG, BPBD, masyarakat, dan sejumlah pihak terkait.

Untuk mendukung operasi udara, sebanyak 61 unit armada dikerahkan per 25 Oktober 2026. Armada tersebut terdiri dari 24 unit pesawat patroli, CASA, dan pendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), serta 37 unit helikopter untuk operasi water bombing.
Kemenhut menjelaskan, hotspot merupakan indikasi titik panas berdasarkan hasil penginderaan satelit dan tidak selalu menunjukkan adanya kebakaran hutan dan lahan.
Pemantauan dan penanganan terus dilakukan untuk mengendalikan kebakaran serta mencegah meluasnya dampak karhutla terhadap lingkungan dan kualitas udara.









